STRATEGI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN

Image Posted on Updated on

DSC03136DSC02654

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia, dan ketersediaannya harus dijamin oleh sistem kepemimpinan yang berdaulat. Ketersediaan pangan suatu negara merupakan suatu keharusan agar bangsa tersebut dapat mandiri. Segala upaya perlu dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi suatu bangsa, yang juga akan dapat memenuhi gizi dan kesehatan masyarakaat untuk dapat berproduktivitas.

Pangan sendiri di definisikan sebagai segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman. Hal ini didasarkan pada Rancangan Undang-Undang tentang Pangan yang telah disahkan melalui sidang pleno Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2012 (Lakitan dkk 2013). Sedangkan kemandirian pangan dapat diartikan sebagai kemampuan dalam menjamin seluruh penduduk untuk memperoleh pangan yang cukup dengan mutu yang layak dan aman (Rangkuti 2009).

Ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan Indonesia dinilai belum kokoh. Hal ini diindikasikan oleh tingginya impor produk pangan. Kemandirian pangan di Indonesia dapat didorong oleh riset dan teknologi yang memiliki peranan dalam peningkatan produktifitas dan keberlanjutan produksi pangan. Terlebih pembangunan pertanian pada era reformasi mengalami perubahan paradigma dari paradigma lama yang lebih berorientasi kepada upaya-upaya peningkatan produksi pertanian, kepada paradigma baru yang lebih berorientasi kepada peningkatan pendapatan dengan menerapkan sistem agribisnis (Djari 2013).

Sosialisasi dan diseminasi teknologi pertanian selama ini mengalami berbagai hambatan dan tidak sampai dari sistem penyedia ke sistem pengguna. Sosialisasi dan diseminasi ini memerlukan strategi salah satunya adalah dengan merangkul linkers. Lingkers yang berpotensial untuk membantu proses ini adalah pengusaha bidang pertanian dan penyuluh pertanian.

Strategi komunikasi pembangunan dalam rangka kemandirian pangan harus menintegrasikan berbagai stakeholder dalam satu sisstem managemen perwujudan kemandirian pangan. Institusi pemerintah (litbang, universitas, swasta), kebijakan Pemda, Sumber informasi (pemerintah universiti, LSM, dll) saling mendukung dalam mewujudkan kemandirian pangan, dalam melakukan divusi inovasi, komunikasi pertanian, dan proses-proses pembangunan. Kemandirian pagan dapat terwujud dengan dibangunnya pola kemitraan kelembagaan ekonomi, dalam hal ini adalah menguatkan kembali kelembagaan koperasi. Dalam kata lain, strategi komunikasi dapat dilakukan dengan pendekatan sistem kemitraan dan pemberdayaan secara terpadu (pemerintah, swasta, koperasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, LSM) berbasis koperasi dan sumber daya lokal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s