Cinta Pertanian = Harga Mati

Posted on Updated on

“Sekolah yang benar ya nak, biar ga jadi petani kayak Bapak”

Stereotipe negatif tentang pertanian melekat erat di masyarakat Indonesia. Hal itu bisa dipahami karena pertanian di Indonesia cendrung pertanian subsisten, dengan kepemilikan lahan kurang dari 0,5 ha petani Indonesia kurang dapat bekembang. Mayoritas Petani hidup kurang sejahtera. Walaupun sebenarnya tidak pada keseluruhan petani, banyak petani yang sukses bertani, petani yang memiliki pengetahuan luas tentang dunia pertanian, karena yang dibutuhkan dalam dunia pertanian adalah tekad, nekad, serta iktiar dan tawakal tentunya.

Stereotipe ini pun berdampak pada kurangnya peminat pada pendidikan pertanian. Sebagai negera agraris, Indonesia memiliki 85% daerah pedesaan, dan mata pencaharian utama masyrakakat pedesaan adalah pertanian. Indonesia memiliki cukup banyak lahan tidur yang menanti untuk digarap. Pertanian subsisten menanti dikembangkan untuk mengerakkan perekonomian rakyat masih banyak petani pedesaan yang menanti buah pemikiran para akademisi…

Jika semua anak bangsa lebih suka untuk mulai antipati pada dunia pertanian, maka siapa pejuang pertanian nantinya. Sudah seharusnya stereotipe negatif itu kita hilangkan, karena petani pun merupakan pahlawan indonesia sesungguhnya. Bahwa pertanian merupakan hidup mati sebuah bangsa dan bahwa petanilah yang memperjuangkan pertanian itu. Jika pertanian makin ditinggalkan akan bersiaplah menikmati pangan sintetis.

Cinta Pertanian=Harga mati, bangga dan kembangkanlah Pertanian Indonesia!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s