MEMBANGUN KELEMBAGAAN LOKAL PASCA ERUPSI MERAPI DI DUSUN STABELAN

Image Posted on Updated on

PIC_0434 CIMG3031

Oleh: Putri Asih Sulsitiyo

( Koordinator Tim Kelembagaan IPB Goes To Field Merapi Dusun Stabelan)

 

“Mereka,Warga Stabelan,  tak perlu belajar banyak dari semut tentang keramahan,tentang  menyapa setiap orang yang bertemu dengannya dan memberikan semangat, mereka sudah melakukannya dengan lebih baik. Mereka tak perlu banyak melihat bagaimana cara para pemimpin negri ini memimpin karena mereka memiliki pemimpin yang amanah dan bijaksana, yang dipercaya warganya belasan tahun lamanya.  Hanya saja ada salah satu hal yang mereka butuhkan adalah memperkuat kemembagaan pertanian dan ekonomi yang bisa membantu mereka semakin berdaya”

Jalan menuju Stabelan merupakan jalan aspal yang sudah tidak lagi nyaman bagi roda kendaraan untuk melewatinya. Maklum saja, desa ini hanya berjarak 3,5 km dari puncak Merapi. Jika musim hujan sudah dapat dipastikan akan muncul danau-danau kecil yang berisikan air hujan. Abu merapi pasca erupsi merapi empat bulan yang lalu pun masih terlihat menyelimuti daratan khususnya lahan garapan para penduduk di sekitar gunung Agung ini.

Ramah, lemah lembut dan sopan santun itu merupakan sebagian gambaran masyarakat disana yang akan  dirasakan ketika kaki pertama kali menginjak tanah Dusun ini. Dusun Stabelan merupakan sebuah dusun yang paling atas di Lereng Merapi bagian selatan, yang seagian besar warganya bekerja sebagai petani. Dusun ini di kapali oleh seorang Kepala Dusun bernama Kirman, dialah yang belasan tahun dipercayai mengemban amanah untuk tetap menjaga keutuhan Disin ini.

Komitmen untuk melakukan pembangunan, tentunya bukan hanya milik pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab dari semua komponen bangsa. Luasnya Indonesia selama ini dianggap sebagai salah satu masalah besar yang membuat pemerataan pembagunan terhambat. Kesenjangan sosial tinggi, dan bahkan beberapa tempat tidak mengenal pemerintah sama sekali.

Elemen lain selain pemerintah yang harusnya mampu merangsang pemberdayaan adalah Pengusaha, Akademisi, dan Masyarakatnya sendiri. Peran akademisi menjadi penting sebagai fasilitator manakala masyarakat desa belum memiliki arah ataupun pandangan untuk menjadi desa yang berdaulat.

Salah satu yang membatu desa untuk berdaulat adalah kokohnya kelembagaan desa, baik itu keagamaan, keluarga, pertanian, ekonomi, dan sebagainya. Hal inilah yang kami rasa memang perlu dikembangkan di dusun Stabelan setelah dua minggu lamanya kami hidup, tinggal dan belajar bersama masyarakat Dusun Stabelan.

Pertama mengenai kelembagaan pertanian, petani di Stabelan sebenarnya memiliki sebuah kelompok Tani yang di koordinatori oleh kepala dusunnya itu sendiri. Namun, kegiatannya belum terintegrasi dengan baik. Pembicaraan yang menyangkut mengenai pertanian biasanya hanya diasukkan dalam salah satu agenda rapat umum dukuh, tidak terpisah dan menjadi prioritas.

Salah satu alasan lemahnya posisi tawar petani disana umumnya disebabkan petani kurang mendapatkan/memiliki akses pasar, informasi pasar dan permodalan yang kurang memadai. Penguatan posisi tawar petani melalui kelembagaan merupakan suatu kebutuhan yang diperlukan oleh petani, agar mereka dapat bersaing dalam melaksanakan kegiatan usahatani dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Upaya yang harus dilakukan petani untuk menaikkan posisi tawar petani adalah dengan : a). Konsolidasi petani dalam satu wadah kelembagaan untuk menyatukan gerak ekonomi dalam setiap rantai pertanian, dari pra produksi sampai pemasaran; b). Kolektifikasi produksi, yaitu perencanaan produksi secara kolektif untuk menentukan pola, jenis, kuantitas dan siklus produksi secara kolektif; dan c). Kolektifikasi dalam pemasaran produk pertanian.

Kedua tentang kelembagaan ekonomi. Kelembagaan ekonomi di Dusun ini salah satunya adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi ini terbentuk dua bulan sebelum erupsi merapi dan baru berjalan satu bulan  setelah kami datang mengunjungi dusun ini. Kelembagaan ekonomi dapat menjadi obat, terlebih setelah erupsi merapi ladang dan sawah masyarakat harus mengalami perbaikan, hasil bumi yang seharusnya dapat dipanen menjadi rusak karena tertutupi abu, dan masalah lain yang timbul.

Sayangnya pentingnya kelembagaan ekonomi belum mengakar kuat disana, masyarakat belum secara kolektif membangun perekonomian, padahal ini dapat menjadi salah satu jalan mereka untuk menjadi dusun yang mandiri. Pembagunan kelembagaan ekonomi harus secara partisipatif, maka yang penting haus dilakukan diawal adalah penyadaran dan memberikan keyakinan. Pembangunan akan mampu mengembangkan keswadayaan masyarakat apabila pembangunan itu berorientasi pada kebutuhan masyarakat (people centered development). Dan pembangunan yang berpusat pada masyarakat itu dapat direalisasikan apabila memanfaatkan kelembagaaan atau organisasi lokal yang ada di masyarakat

Hal lain yang amat penting untuk ditekankan adalah peranan organisasi lokal yang dalam hal ini adalah organisasi pemuda untuk mendorong peningkatan kapasitas pembangunan pedesaan. Seperti cerita ibu kepala dusun, istri dari Pak Kirman setra cerita lain dari warga setempat bahwa regenerasi di Stabelan sangat sulit. Tidak banyak pemuda yang mau tergabung dalam organisasi seperti posyandu, koperasi dan sebagainya. Sehubungan dengan itu, organisasi dan kearifan lokal, yang tumbuh dan berkembang di masyarakat lokal, perlu dikembangkan dan diberikan ruang gerak yang luas agar dapat mengekspresikan dan mengartikulasikan berbagai kebutuhan masyarakat lokal khususnya untuk meningkatkan pembangunan di desanya.

Kuatnya kelembagaan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang ditandai dengan terciptanya lapangan kerja dan kesempatan kerja, berkembangnya perekonomian lokal masyarakat, kuatnya jaringan informasi dan ekonomi serta peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah dan masyarakat. Dan tidak yang tidak kalah penting adalah percepatan rehabilitasi desa pasca erupsi merapi dapat tercapai dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s